Fassarar Indonisiyanci - al’Mujamma'a
An fitar da ita daga Ma'aikatar al’amuran Addini ta Indonosia. An sabunta ta ƙarƙashin kulawar Cibiyar fassara ta Ruwad، an bada damar karanta fassarar ta asali dan manufar bayyanar da ra'ayi da daidaitata da kuma ci gaba mai dorewa.
وَٱلشَّمۡسِ وَضُحَىٰهَا
Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
وَٱلۡقَمَرِ إِذَا تَلَىٰهَا
dan bulan apabila mengiringinya,
وَٱلنَّهَارِ إِذَا جَلَّىٰهَا
dan siang apabila menampakkannya,
وَٱلَّيۡلِ إِذَا يَغۡشَىٰهَا
dan malam apabila menutupinya[1580],
وَٱلسَّمَآءِ وَمَا بَنَىٰهَا
dan langit serta pembinaannya,
وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا طَحَىٰهَا
dan bumi serta penghamparannya,
وَنَفۡسٖ وَمَا سَوَّىٰهَا
dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَىٰهَا
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّىٰهَا
sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu,
وَقَدۡ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
كَذَّبَتۡ ثَمُودُ بِطَغۡوَىٰهَآ
(Kaum) Ṡamūd telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,
إِذِ ٱنۢبَعَثَ أَشۡقَىٰهَا
ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,
فَقَالَ لَهُمۡ رَسُولُ ٱللَّهِ نَاقَةَ ٱللَّهِ وَسُقۡيَٰهَا
lalu rasul Allah (Ṣālīḥ) berkata kepada mereka, ("Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya".
فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمۡدَمَ عَلَيۡهِمۡ رَبُّهُم بِذَنۢبِهِمۡ فَسَوَّىٰهَا
Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),
وَلَا يَخَافُ عُقۡبَٰهَا
dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.
مشاركة عبر