Header Include

الترجمة الإندونيسية - المجمع

صادرة عن وزارة الشؤون الدينية الإندونيسية. تم تطويرها بإشراف مركز رواد الترجمة، ويتاح الإطلاع على الترجمة الأصلية لغرض إبداء الرآي والتقييم والتطوير المستمر.

QR Code https://quran.islamcontent.com/87/indonesian_complex

وَٱلضُّحَىٰ

Demi waktu matahari sepenggalahan naik,

Demi waktu matahari sepenggalahan naik,

وَٱلَّيۡلِ إِذَا سَجَىٰ

dan demi malam apabila telah sunyi,

dan demi malam apabila telah sunyi,

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

Tuhan-mu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu[1582],

[1582]. Maksudnya ketika turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam terhenti untuk sementara waktu orang-orang musyrik berkata, "Tuhan-nya (Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam) telah meninggalkannya dan benci kepadanya". Maka turunlah ayat ini untuk membantah perkataan orang-orang musyrik itu.
Tuhan-mu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu[1582],

وَلَلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ لَّكَ مِنَ ٱلۡأُولَىٰ

dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan[1583].

[1583]. Maksudnya ialah bahwa akhir perjuangan Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam itu akan menjumpai kemenangan-kemenangan, sedang permulaannya penuh dengan kesulitan-kesulitan. Ada pula sebagian ahli tafsir yang mengartikan akhirāh dengan "kehidupan akhirat" beserta segala kesenangannya dan ūlā dengan arti "kehidupan dunia ".
dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan[1583].

وَلَسَوۡفَ يُعۡطِيكَ رَبُّكَ فَتَرۡضَىٰٓ

Dan kelak Tuhan-mu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.

Dan kelak Tuhan-mu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.

أَلَمۡ يَجِدۡكَ يَتِيمٗا فَـَٔاوَىٰ

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu.

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu.

وَوَجَدَكَ ضَآلّٗا فَهَدَىٰ

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung[1584], lalu Dia memberikan petunjuk.

[1584]. Yang dimaksud dengan "bingung" di sini ialah kebingungan untuk mendapatkan kebenaran yang tidak bisa dicapai oleh akal, lalu Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menurunkan wahyu kepada Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam.
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung[1584], lalu Dia memberikan petunjuk.

وَوَجَدَكَ عَآئِلٗا فَأَغۡنَىٰ

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

فَأَمَّا ٱلۡيَتِيمَ فَلَا تَقۡهَرۡ

Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنۡهَرۡ

Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.

Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.

وَأَمَّا بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثۡ

Dan terhadap nikmat Tuhan-mu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

Dan terhadap nikmat Tuhan-mu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).
Footer Include